<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718550392993707720</id><updated>2012-02-16T07:06:51.139-08:00</updated><title type='text'>A GOLDEN KEY OPENS EVERY DOOR</title><subtitle type='html'>Welcome in my blog
blog ini masih jauh dari sempurna karena baru tahap pembelajaran
silahkan beri saran dan komentar
terima kasih bagi yang membuka blog ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://setya-cool.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718550392993707720/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setya-cool.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>setya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17085747037156106883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718550392993707720.post-6776334346468761164</id><published>2008-03-05T18:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T19:08:59.468-08:00</updated><title type='text'>CREATIF PROBLEM SOLVING</title><content type='html'>Memecahkan Masalah Secara Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya kita harus selalu berfikir dan berusaha menyelesaikan suatu permasalahan dengan menghasilkan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Penghematan.&lt;br /&gt;Dengan naiknya harga BBM yang gila-gilaan, maka untuk menghemat adalah yang biasa setiap hari pergi ke Kantor pakai mobil dikurangi 3 hari sekali, atau seminggu sekali atau jika perlu dengan sepeda motor; dengan kata lain kita berusaha menghemat tanpa mengesampingkan tujuan yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha&lt;br /&gt;Bagaimana agar usaha dapat berjalan lancar dan sukses, maka kita harus dapat mengembangkan usaha apa yang kita hadapi agar pelanggan selalu menyenangi produk yang kita hasilkan. Contohnya kita memproduksi gemblong ketan, maka kita harus dapat mengembangkan gemblong ketan yang bagaimana agar senantiasa digemari oleh pelanggan, tentunya kita harus membuat gemblong ketan dengan rasa coklat, rasa durian, rasa strawberry, dll. Sehingga tidak monoton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718550392993707720-6776334346468761164?l=setya-cool.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setya-cool.blogspot.com/feeds/6776334346468761164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718550392993707720&amp;postID=6776334346468761164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718550392993707720/posts/default/6776334346468761164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718550392993707720/posts/default/6776334346468761164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setya-cool.blogspot.com/2008/03/creatif-problem-solving.html' title='CREATIF PROBLEM SOLVING'/><author><name>setya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17085747037156106883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718550392993707720.post-7779712721222924876</id><published>2008-03-03T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T20:11:37.034-08:00</updated><title type='text'>Bancana Alam Indonesia</title><content type='html'>Mengapa Begitu Banyak Bencana Alam Terjadi di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan, Indonesia memang sedang diguncang berbagai bencana alam hampir di seantero negeri, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus, dan masih banyak lagi. Beragam teori diajukan untuk dijadikan penyebab lahirnya bencana tersebut, mulai dari penggundulan hutan, penyalahgunaan lahan, sampai global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Cohen dan Eric Werker dari Harvard Business School menulis sebuah paper menarik berjudul The Political Economy of “Natural” Disasters. Mereka berpendapat bahwa bencana alam cenderung terjadi lebih sering dan beragam pada negara miskin yang dikelola dengan sistem politik yang buruk. Sejauh mana intervensi politik yang terjadi ternyata juga memengaruhi intensitas bencana alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, menurut Cohen dan Werker, dapat melakukan distribusi kekuatan politik melalui pembelanjaan untuk menangani bencana alam. Pemerintah yang tak punya pendanaan bagus akan terkena racket effect, yaitu secara sengaja memanipulasi populasi korban untuk menarik (dan juga mencuri) bantuan dari luar. Yang menarik, lembaga donor internasional juga sudah “biasa” memberi toleransi atas susutnya bantuan tersebut. Hal ini memicu desperation effect, di mana pemerintahan yang korup punya kemampuan lebih untuk menggandakan “penyusutan” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, pemerintah dapat menangani atau mencegah bencana alam dengan menggunakan sumber anggaran yang dialokasikan khusus maupun dari sumber pendapatan yang sedianya dialokasikan untuk keperluan lain—-plus sumber-sumber eksternal. Cohen dan Werker ternyata menemukan adanya bias dalam pembelanjaan dana yang bersumber dari anggaran sendiri dibandingkan dari anggaran lain. Semakin banyak pemerintah menggunakan dana dari anggaran sendiri dan tidak mengambil dana dari sumber lain, bencana alam yang terjadi lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cohen dan Werker mencontohkan Libya di bawah Muammar Al Qadhafi sejak tahun 1969 hanya mengalami satu bencana alam yang membawa kerugian $42 juta namun tidak menewaskan satu korban pun. Sementara itu Aljazair mengalami 58 bencana alam yang menewaskan hampir 7 ribu jiwa dengan kerugian $10,6 milyar. Mereka juga mencontohkan rezim Apartheid di Afrika Selatan yang menelan korban 1,2 juta jiwa antara tahun 1962 hingga 1989. Namun setelah rezim tumbang, antara tahun 1990 hingga 2002 korban yang timbul “hanya” 95 ribu jiwa. Artinya, penghapusan kasta dan sistem politik yang lebih baik ternyata mengurangi kematian hingga 90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1900, bencana alam telah menewaskan lebih dari 62 juta orang. Sekitar 85% di antaranya terjadi antara tahun 1900 dan 1950—-dipicu juga oleh peperangan, wabah penyakit, maupun kelaparan. Namun sejak tahun 1990 terjadi peningkatan dimana lebih dari 1 juta orang meninggal dalam bencana alam. Pada tahun 2005, Palang Merah Internasional mencatat negara-negara yang mengalami banyak bencana alam antara lain Kosta Rika, El Savador, Guatemala, India, Meksiko, Nikaragua, Pakistan, Paraguay, Republik Afrika Tengah, Romania, Sudan, dan tentu saja, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, fenomena ini sudah tertulis sejak lama dalam Al Qur’an. Secara lebih luas dan gamblang dituliskan dalam QS An-Nisaa 79 bahwa, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Artinya, hal-hal yang tidak “enak” yang kita rasakan—-termasuk di antaranya bencana alam—-tak lain adalah disebabkan oleh diri kita sendiri. Kalau di Indonesia terjadi begitu banyak bencana, kemungkinan memang disebabkan oleh orang Indonesia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh berpendapat, barangkali bencana ini “lumrah.” Situasi politik dan sosial di Indonesia memang sedang carut marut. Tiap hari kita menyaksikan pemilihan kepala daerah yang saling rebutan kekuasaan. Tiap hari selalu ada berita pencurian, perampokan, sampai korupsi kelas kakap. Kita juga lazim menyimak seorang ayah yang tega memerkosa putrinya sendiri. Sementara itu di jalanan, orang saling serodok seenak perutnya. Tawuran massal dan demo yang menjurus pada aksi anarkis juga sering kita jumpai. Orang saling hujat dan menjelek-jelekkan satu sama lain sudah jadi hal yang biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718550392993707720-7779712721222924876?l=setya-cool.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setya-cool.blogspot.com/feeds/7779712721222924876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718550392993707720&amp;postID=7779712721222924876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718550392993707720/posts/default/7779712721222924876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718550392993707720/posts/default/7779712721222924876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setya-cool.blogspot.com/2008/03/bancana-alam-indonesia.html' title='Bancana Alam Indonesia'/><author><name>setya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17085747037156106883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
